Banyak orang yang bilang pergi ke luar negeri itu nagih. Ibarat narkotika, orang yang udah sering going abroad, bakal mengalami yang namanya withdrawal symptom kalo sebulan aja ga pergi *oke ini lebay. What actually make people wanna go abroad again and again? Karena adanya pembelajaran tentang budaya-budaya baik yang tidak ada di tanah air? Segala manajemen SDM, organisasi, lingkungan bersih, sistem yang established, tata kota yang rapih, dsb menjadi bahan yang patut kita observasi terus-menerus, menjadi panutan, kebanggaan, yang kelak ingin kita aplikasikan juga di tanah air. Semua itu terjadi karena tanah air kita yang belum semaju Negara lain. Yah logikanya memang kita selalu berkaca pada yang lebih baik untuk dijadikan contoh. Atau ada alasan lain kenapa nagih?
Zaman di mana media sosial jadi ajang riya’ yang terjustifikasi (wk), jangan-jangan poin utama dari pergi ke luar negeri, even untuk melakukan kegiatan akademik, adalah mendapatkan foto jalan-jalan yang instagramable wkwk. Namun memang sejatinya, niat jalan-jalan sulit untuk dihilangkan, apapun tujuan utama kita going abroad. I will always remember my European friend back in 2011 (who was also an exchange student) said about exchange students being literally tourists, and she was disappointed while she was really hoping that they share some good learning stories instead of posting pictures every second on facebook (dulu facebook masih super hits). Well, I saw it though, apalagi buat saya yang anak daerah super pilon yang saat itu baru pertama kalinya menginjakkan kaki ke luar negeri, jeprat jepret sana-sini, mulai dari lapangan Bandar udara, segala macam plang petunjuk jalan, hingga gedung apapun yang terlihat unik. The urge to take lots of picture is somehow because they look new to us, we don’t have them in our mother country, we gotta save them in a picture! They look cool! Period. There is also this unique pride whenever you upload the pictures, like saying “o yeah, I’m abroad.” You know what I mean.
So, is the behavior ‘justifiable’?
Sebelum menjawabnya dengan opini saya, saya mau memulai dengan cerita. Saya ingin cerita sedikit tentang pengalaman saya pergi ke Pharmacy World Congress di Portugal, semoga ada hikmah yang bisa dipetik #tsah. Saat itu saya memutuskan untuk mengikuti seleksi yang diadakan oleh himpunan farmasi di kampus saya. Saya sangat tertarik dengan kegiatan ini cause I realize going abroad will open your eyes and mind in some ways that you would like. Saya tahu, sangat tahu, bahwa pergi ke kongres tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit (it’s not a scholarship or fully funded activity) meanwhile keadaan ekonomi keluarga saya ya…biasa-biasa aja. Tapi saya mendapatkan informasi bahwa memang setiap tahun ada mahasiswa yang berangkat ke kongres dan mereka dapat sponsor. Saya juga dengar teman-teman kakak saya yang sering dibiayai exchange oleh wali kota X, bupati Y, gubernur Z, atau kampusnya yang super pro dengan kegiatan exchange sehingga uang untuk pergi ke luar negeri tidak menjadi hambatan berarti (yang ternyata saya salah dapat informasi, dan ada yang benar tapi saya salah menginterpretasikan informasi ini). Karena informasi itu akhirnya saya berani daftar dengan asumsi “yeaah I will get a lot of sponsors”, nyatanya, jedeng, susah payah jatuh bangun, mungkin kalo diitung-itung dengan bikin proposal dan kaos syalala, gada sepertiga itu uang sponsor dan bantuan dikti+kampus ngecover keberangkatan (plus extend sih) -.- iya, saya salah kaprah, karena pada kenyataannya setiap tahun delegasi harus mengeluarkan uang sendiri (uang orang tua); karena mencari dana tidak semudah menuang analit ke dalam kuvet. Sedikit sekali perusahaan yang mau mendanai kegiatan semacam ini kecuali kamu punya link kuat di perusahaan itu. [Note. Pernah seseorang menyarankan saya untuk mengajukan proposal ke pejabat. But its not that easy too. Karena pada kenyataannya, maaf tanpa ada maksud menyinggung siapapun, mencari dana semacam ini atau beasiswa dengan keadaan ekonomi menengah itu sulit. Kebanyakan beasiswa (kecuali beasiswa murni prestasi) dan para pejabat yang bersedia membiayai pada akhirnya lebih mudah digaet oleh masyarakat dengan ekonomi ke bawah hehe. Meanwhile masyarakat ekonomi atas bisa dengan mudah ambil uang dari saku sendiri lantas yang menengah bingung sendiri karena seacara penghasilan ortu tidak masuk kriteria butuh bantuan tapi untuk afford hal-hal tertentu pun ga nyampe wkkwkwk. But anyway, be grateful on what we have yes:)]
Waktu itu visa sudah beres ketika saya masih pusing gimana caranya mendapatkan uang untuk berangkat. Sampai detik-detik terakhir harus beli tiket karena khawatir harga naik, orang tua saya menawarkan untuk menggunakan uangnya, to buy ticket. I, optimistically, said to mom “I’ll get the sponsors, mom, and your money will be back”. Until the D day, my mom’s money never comes back :( lol. I was about to cancel the departure but it was pretty much dilemma, because I had (well, mom and dad had) already paid the registration fee, the visa, proposals, and the ticket that cost much. You know that typical empathic parents when their kids are attempting things and almost failed, what would they do? They didn’t want to make their kids sad and disappointed. So yes, eventually, my parent allowed me to use their money, for the main event of congress and, surprisingly, for the holiday extend days…..man, I feel bad, even until now.
To the fact that I was trying to be a good kid, lol, wanted myself to save money during the trip, I wished to bring some money back to mom and dad. So here’s the story how it went….
For the 5 (or was it 6?) days of Congress, everything had been covered by the registration fee in advance so I didn’t need to think of how to split and saved money (for those who are curious about the congress, I posted some workshop notes in my blog, you can take a look, I guess it was about counseling and pharmacist role). But the challenge came to day 6 when I and other 3 ITB delegates were planning a short vacation. Dikala delegasi dari kampus lain akan keliling eropa dengan pesawat, my ITB friend knew that some of the ITB delegates wanted to save money. Di sini saya terharu sejujurnya wkwk. Saya merasakan sebuah persaudaraan yang luar biasa ketika rasa saling mengerti benar-benar ada di antara kita #tsah. Beginilah seharusnya itu terjadi, sebuah keterbukaan satu sama lain akan keinginan dan keterbatasan masing-masing. Tanpa sadar mungkin kita tidak peka dengan teman kita, seperti contoh kecil (intermezzo dikit) mau ngajak makan setelah UAS, terus dengan semena-mena kita pilih tempat makan mahal padahal ada teman kita yang gabisa afford itu atau memang lagi pingin nabung untuk kebutuhan sesuatu. Kadang karena merasa tidak enak, teman kita menyetujui begitu saja….please guys, don’t do it. Keterbukaan itu penting, dari hal kecil sekalipun *ngomong sama diri sendiri juga*. Good friends will accept you not because you always follow what they want, right. Remember, our money is not ours, our parents work hard for that.
Oh iya, singkat cerita, setelah didiskusikan, kami, all are girls, memutuskan untuk extend ke sekitar Portugal dan Spanyol saja. Dengan berbagai perhitungan syalala, akhirnya kita (dengan bimbingan super kece ketua delegasi yang sangat berpengalaman) menentukan spot-spot yang akan dikunjungi, mencari bus perjalanan malam untuk menghemat agar tidak menyewa kamar, kemudian membeli sarapan roti yang dibagi-bagi dengan lauk abon bawaan dari rumah seorang teman kami wkwk it was really good!
The other touched moment is that when we Muslim had to pray. Our non-muslim friends didn’t mind at all to have their muslim friends became an interesting ‘sightseeing’ of train passengers because we prayed next to railway or exit gate. Ini jujur pengalaman menarik juga bagi saya, belum pernah sebelumnya saya shalat random di tempat umum di mana orang-orang bisa dengan mudahnya melihat, bahkan saya sempat khawatir disangka akan melakukan hal berbahaya wkwk. Yah, walaupun pada kenyataannya setiap kali shalat di tempat improper itu rasanya diri ini rindu dengan kemudahan negeri sendiri akan akses mushola dan masjid.
The other unforgettable moment adalah ketika dompet teman kami hampir dicopet di metro. Seorang anak usia sekitar 15 tahun membuka resleting tas teman kami ketika kami masuk metro sampai teman saya menyadari tasnya terbuka. Drama itu dimulai dari sini, kami hampir saja terpisah dengan teman kami yang mulai mengejar sang pencopet karena pintu metro yang tertutup, kami pun membuka paksa. Untungnya salah satu teman kami tahu siapa pencopetnya sehingga bisa langung ditangkap dan digledah. I cried, yeah I did. Haha. Sulit untuk menggambarkan detail suasananya, tapi saat itu saya benar-benar takut sampai menangis :’) Bahkan teman saya yang memaksa menggledah pencopet itu pun menangis karena dia tidak menyangka berani melabrak sang pencopet dengan risiko ia membawa senjata tajam. I’m proud of you Le, you looked so damn cool! Wkwk. Karena kejadian ini, kami yang hendak berjalan-jalan di Barcelona, menyadari kami butuh menenangkan diri. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di hotel. But the hotels were all booked and we were desperate until our friends from UGM told us their hotel still had rooms. We went to the hotel… and we got lost. We walked all the way upppp to (I don’t remember which direction)… we were sooooo exhausted hingga menemukan hotelnya seperti menemukan oasis di tengah padang pasir. Ini di luar rencana, kami terpaksa mengeluarkan uang di luar dugaan untuk hotel ini.
Saya sejujurnya tidak begitu ingat kronologi perjalanan kami haha. Jadi ya ini ceritanya potong-potong. Kejadian mengenaskan (lol) lainnya adalah saat saya menyadari bahwa saya harus beli koper baru. Koper saya rusak!! Bahkan rusaknya right after tiba di Porto, di tempat acara congress. Udara yang luar biasa panas membuat roda koper saya saling menempel sehingga tidak bisa berputar. Alhasil saya menyeret (literally menyeret!!!) koper super berat itu ke tempat acara berjalan 30 menit dan kembali lagi melakukan itu untuk waktu yang lebih panjang saat berangkat ke Lisbon sebelum ke Spain. I couldn’t stand on it, my hands were getting too stiff, shaking, I felt like I was about to pass out but I was trying to hide it because I didn’t want to bother my friends; so I told my mom and she told me to buy suitcase. Sorry mom :’ Ketika masalah perkoperan selesai, sepatu saya rusak…. Dan saya pun beli sepatu. Dua hal di luar dugaan. I felt so …suck. Kenapa pula saya tidak belajar dari pengalaman dulu soal kualitas koper, padahal sebelumnya koper saya juga rusak karena tidak kuat menahan beban -.- wkwk.
Cerita lainnya adalah pengalaman-pengalaman menarik, seperti kunjungan kami ke Museum Peradaban Muslim di Spanyol, mungkin ini akan saya ceritakan terpisah nanti ya (semoga masih ingat pas liat foto2nya :” ), kemudian kami sering berfoto di gedung-gedung ala-ala Eropa, makan makanan khas daerah di Porto dan Spanyol, belanja oleh-oleh, dan 17an di KBRI! So other thing that we did to save money is asking KBRI if they had some kind of free room stay for Indonesians, and thank God we met this nice beautiful lady that allow us to stay in her apartment. We put our baggage there so we didn’t need to bring the baggage during our trip to Spain. After the trip, it was exactly August 17th so the nice lady took us to celebrate Independence Day in KBRI Lisbon, what a nice experience!
Oke begitulah sedikit ceritanya,
Jadi, di sini saya tidak berbicara Farah Quinn atau Dian Pelangi, atau seleb siapapun yang mungkin dengan mudah beli tiket dan pergi ke luar negeri setiap bulan. Saya juga tidak berbicara tentang anak pejabat atau anak orang kaya yang tak perlu berpikir dua kali untuk jalan-jalan ke luar negeri. Haha. Saya bicara dalam konteks mahasiswa yang going abroad for academic purpose. Sejak kuliah saya merasakan bahwa pergi konferensi dan exchange ke luar negeri ngehits banget, apalagi di jurusan saya yang punya organisasi nasional dan internasionalnya cukup established, tiap tahun ada banyaaaaaakkk kesempatan ke luar negeri. Yang saya soroti kemudian adalah, untuk lolos seleksi ke acara seperti itu ga begitu sulit, seriously, like you don’t need any specific skill or have to be very competent or you gotta have a really great paper to submit, no you don’t. Kuota lah yang akhirnya membuat orang ga lolos, padahal secara kompetensi mungkin peserta yang mendaftar ga jauh beda, not that competitive. Selain kuota, ini highlight saya. Uang. Banyak teman saya yang punya skill oke banget dan worth it untuk merasakan pengalaman going abroad tapi memilih untuk tidak mendaftar karena tidak ada uang. Mereka tau, setiap tahun, di jurusan saya, mereka mengeluarkan uang sendiri untuk berangkat, we barely got sponsors kecuali untuk beberapa kampus yang memang mengalokasikan dana exchange yang luar biasa banyak. Karena hal ini pun, kadang saya skeptis sama delegasi, termasuk skeptis sama diri sendiri haha.
Suatu hari ada seorang pengurus organisasi farmasi asia pasifik yang datang ke Indonesia, he said “Every year, more than half of delegates are from Indonesians (yah orang Indonesia selalu kelewat excited kali ya sampai selalu mendominasi peserta event-red), don’t you guys feel like want to give something to your country after being back home? Please do something, you got a lot of resources. Fix your country.” Saat saya dengar itu, seolah saya merecall waktu saya jadi delegasi kongres, did I bring something back for my country? Teman saya pernah bilang “orang-orang yang ikut acara internasionalnya bukan aktivis sih, jd yaudah, jadi delegasi cuma buat jalan-jalan aja, yang berangkat yang punya modal. Pulang-pulang cuma kasih oleh-oleh.” Please, im not trying to blame anyone. Karena sejatinya perkataan itu tidak bisa dibuktikan begitu saja, ya memangnya negeri ini ga maju-maju karena mahasiswanya yang gabisa belajar dari pengalaman?? Eh, bisa jadi.
Having an experience of going abroad is fantastic, mainly if it’s done for academic purpose. You got a lot of things you can learn from. Knowledge and network, and the bonus is you got a chance to sightseeing, extend some days like what I did. Is that a wrong thing to do? No, I would say that is not. Apa yang kita bisa bawa pulang ketika kembali bukan semata kemudian melakukan pengabdian masyarakat ramai-ramai, membuat komunitas sendiri, atau melakukan suatu hal yang terlihat di depan public, that you give something for your country (well this is also very good, melihat bahwa saya tidak pernah melihat hal semacam ini dilakukan oleh para delegasi secara bersama-sama). At least, we invent something within us. Value. Nilai-nilai baik yang terus kita ingat dari acara inti konferensi hingga jalan-jalannya. Kalau teman-teman baca tadi cerita liburan saya di Spanyol, apakah ke semuanya itu adalah hal buang-buang waktu dan uang saja yang tidak ada nilainya sama sekali? Well, it does have value. Value yang saya harap akan saya gunakan untuk mencapai life goals saya yang muaranya tentu untuk kebaikan agama dan negeri ini. Apapun itu cara yang bisa kita lakukan, cara yang tidak mesti terlihat. Hehe. (padahal orangnya teh lagi galau nge-re-plan hidup)
So guys lets recall what we have got during all this year. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dedek-dedek ayo explore sebelum kelak akan ada orang lain yang membatasi ruang gerak kita (if you know what I mean) *berasa tua ya jen*. Sahabat-sahabat farmasiku tercinta #tsah, lets plan something great to thank this country by utilizing the value we’ve got. The other form of thanking our parents as well that had paid a lot of money so our dreams of going abroad come true. We do need the going-abroad experience to make our CV somewhat looks good or to make us happy, but it’s more like because we need to upgrade the value we believe in from variety point of views. Value that we use for making a better world with any way, sebebas kita merencanakan sesuatu, kalau mengutip kata seorang teman, “having fun while making the world a better place” haha.
Semangat (Ris)!
Tampilkan postingan dengan label school. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label school. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Desember 2016
Kamis, 14 Oktober 2010
go go
halooo
after a long time, i come back to write something.
okay, i'm already spend more than 6 weeks in school, AND definitely i change my mind bout CLASSES (previous posting). I'm getting bored in some points, honest. Well, not really for guitar now, we're learning chord now (after 6 weeks), lil bit more fun than before. US history, i thought i couldn't make it, but in fact i can, at least i make good progress :D and i love this class now ;). Theater? aaaaa BORING -.-" i do mistake, i should not choose theater reguler, i just knew that theater reguler (that i belong now) will NEVER perform :( and we just do boring stuff, games (actually fun but not if you can't 'touch' everybody), lil acting learning, theater vocabularies and do nothing. Algebra, i hate to say this, but i love it because it's easy but i hate it because so many works. the teacher is unique tho, and nice. Psychology..oooh I lOVE it, IF i understand all the stuffs. but i think i can make it, just try to trust myself. anw, i did a lot of mistakes in psychology test today, suck, ya.
what else..mm English, so so. but ya, quite much works. Japanese, idk but i feel after days passed, it starts to less humorous. maybe bcz the lesson getting harder, ya it's true, so we're going to spend time for learning seriously than before.
yaa those are them..
i'm thinking of trying find really FUN stuff in school, i miss doing something after school..i mean ..u know, not going straight home. but again, a lot of works to do. i'm too tired to do many things while homeworks haunt me lalalala. but i'll start to search new things tho, yaaa probably (or definitely) i just have a year (11 month actually) here, let me speak up, do FUN and Interesting thing! i know it will be so hard, challenging, and i'm not kinda person who like challenge, frankly :( but everybody have to dare facing challange, life is challange.
speak up Risni! do something.
after a long time, i come back to write something.
okay, i'm already spend more than 6 weeks in school, AND definitely i change my mind bout CLASSES (previous posting). I'm getting bored in some points, honest. Well, not really for guitar now, we're learning chord now (after 6 weeks), lil bit more fun than before. US history, i thought i couldn't make it, but in fact i can, at least i make good progress :D and i love this class now ;). Theater? aaaaa BORING -.-" i do mistake, i should not choose theater reguler, i just knew that theater reguler (that i belong now) will NEVER perform :( and we just do boring stuff, games (actually fun but not if you can't 'touch' everybody), lil acting learning, theater vocabularies and do nothing. Algebra, i hate to say this, but i love it because it's easy but i hate it because so many works. the teacher is unique tho, and nice. Psychology..oooh I lOVE it, IF i understand all the stuffs. but i think i can make it, just try to trust myself. anw, i did a lot of mistakes in psychology test today, suck, ya.
what else..mm English, so so. but ya, quite much works. Japanese, idk but i feel after days passed, it starts to less humorous. maybe bcz the lesson getting harder, ya it's true, so we're going to spend time for learning seriously than before.
yaa those are them..
i'm thinking of trying find really FUN stuff in school, i miss doing something after school..i mean ..u know, not going straight home. but again, a lot of works to do. i'm too tired to do many things while homeworks haunt me lalalala. but i'll start to search new things tho, yaaa probably (or definitely) i just have a year (11 month actually) here, let me speak up, do FUN and Interesting thing! i know it will be so hard, challenging, and i'm not kinda person who like challenge, frankly :( but everybody have to dare facing challange, life is challange.
speak up Risni! do something.
Selasa, 07 September 2010
CLASSES! :D
*Guitar
ehem. belajar gitar sudah menjadi ambisi gue sejak SMA. klo gue jalan sama nita terus ada bunyi genjreng, nita pasti langsung teriak "Risni, gitar!" haha. dan disini ada someone yg menyarankan gue buat ikut kelas gitar, gue noded. first meeting, gue seneng bgt..gurunya baiik, kenalan pertama gue bahkan berasal dr kelas ini. tapi..setelah berhari2, gue mulai bosan krn ajarannya tidak sesuai yg gue harapkan. gue pgnnya lgsg diajarin kunci gitar gitu abcdefg trs bermusik2 ria brg2 yg lain. Ternyata gue terlalu ambisi deh, dimana2 kalo belajar pasti dr nol lha haha. alhasil ya pertama belajar history gitar..trs baca nada di ledger line, cara memegang gitar yg benar, bljar nada di string pertama dulu, pokonya yg bener2 dr awaaaal. trs si gurunya teh benar2 mengkordinir muridnya apalgi yg gabisa. jd sementara si guru ngajarin yg lain, gue pasti megang gitar dengan siku di waist gitar kepalan tangan di dagu sambil pasang muka ngantuk. pas di tes kunci G n B, berantakan. uda gue salah cara metiknya, temponya acak adut lagi haha. pelajarn pertama: sebosan apapun anda, hal kecil akan berdampak besar.
*US History
kelas yg buat gue down. sebelah gue cewek yg super jenius yg selalu angkat tangan ketika ditanya, sebelah gue cowok yg sama kayak tuh cewek, belakang gue cowok yg selalu bertanya kritis. depan gue cowok student exchange dr jerman, ramah bgt ni anak, senyum mulu, ganteng lagi *lho*. awalnya gue agak lega ada tmn student ex, setidaknya 'mungkin' b.inggris dia juga 11-12 ama gue. taunya, b.inggris dia super lancar, dan super jenius pula krn dia bisa menjawab pertanyaan2 yg diajukan guru zzz. kelas ini aktif bgt, banyak angkat tangannya, sedangkan gue selalu mgernyitkan dahi tanda tak mengerti, gue sempet angkat tangan soal menunjuk state di peta (cuma ini yg menurut gue gampang-di sekeliling kelas kan ada peta US haha-). Gue org yg paling sering ke meja guru, ehem bukan buat bertanya tapi buat minta print out materi. PR US hitory selalu ada setiap hari dan sungguh melelahkan. setiap gue ngumpulin PR, pasti si guru bilang "o very good" sambil senyum lebar as if gue org yg plg gak ngerti di kelas.
*Theater Art
dari kelas US history ke kelas in memakan waktu yg cukup panjang krn jauh, gue selalu lari tiap ke kelas ini takut kena tardy zzz. but it is the amazing class dan menyenangkan. orang2nya ramah semua :) *gak semua sih tp byk yg ramah* sama halnya kayak di kelas Gitar, kelas ini pun benar2 mengajarkan dari awaaaalll dan diulang2. tapi ttp menyenangkan walopun anak2nya super ribut yg buat guru theater marah mulu -.- disuru "no gum" masih ada aja yg gak nurut.
*Algebra
Gurunya UNIK sumpah deh. Ramah tapi strict. Lucu juga. pokonya asik walopun galak. pokonya unik deh haha. pelajaran algebra di sini bener2 dihayati. kita dikasi konsep dulu dan si gurunya teh kasi example pake robot2an, pensil boneka, ato mainan lainnya gitu deh yg bikin ketawa. hal lain yg bikin gue seneng adalah disini gue gak mesti denger b.inggris byk2, tinggal liat board/buku trs ngerjain soal :D
*Psychology
haaaaaaaaa. pusing dah ni kelas. SUPER AKTIF anak2nya. down abis gue disini. mereka ngomong apa aja gue ga ngerti, plg ngerti dikit2. suka bingung sendiri klo dikasi tugas sama gurunya, cepet bgt ngemengnya -.-" PRnya juga lumayan susah zzz. tapi gue yakin, klo gue ngerti aja, pasti ni kelas asik bgt! di kelas ini rata2 senior, gue keliatan bgt kecilnya kalo di kelas ini. hm.
*English
ini kelas yg paling aneh -.-" anak2nya bandel2 deh. ada cewek yg tidur mulu, disuru angkat kepala, angkat sedetik trs dia gak peduli lagi, disuru angkat lagi, sedetik, tidur2an lagi zzz bikin kesel dah ni org. ada satu cowok yg super ngelunjak, disuru ngerjain tugas dia gak ngerjain, pokonya kata2nya gak sopan deh. tapi ada satu cowok yg gue suka haha. anaknya rajin tapi selengean juga sih, suka tidur di kelas, tp dia bakal tidur klo tugas2 yg dikerjain uda selesai, anaknya sigap :D klo dibangunin ya dia bangun. ganteng loohh haha. tapi sayangnya dia pindah kelas zzzz. Gurunya paling strict. tapi wajar sih, anak2nya kayak gitu.
*Japanese
aaaa! the most amazing class!! rata2 anak2 disini freshman, gue jadi berasa same size *0* setidaknya size gue sama mereka gak jauh beda :p. anak2nya lucu2...pikiran mereka masih kayak anak kecil *sok dewasa gue*, jd main2 gitu ketawa2 dll pokonya asik. anak2nya juga ramah :D ini kenapa gue jd nyambungnya ama anak freshman coba? -.- gurunya juga humoris. pokonya tiap hari gak mungkin deh gada hal yg buat ketawa hebat :D yg bikin gak asik, klo ngasi PR pasti lewat website, jd kan serada males juga gitu.
ehem. belajar gitar sudah menjadi ambisi gue sejak SMA. klo gue jalan sama nita terus ada bunyi genjreng, nita pasti langsung teriak "Risni, gitar!" haha. dan disini ada someone yg menyarankan gue buat ikut kelas gitar, gue noded. first meeting, gue seneng bgt..gurunya baiik, kenalan pertama gue bahkan berasal dr kelas ini. tapi..setelah berhari2, gue mulai bosan krn ajarannya tidak sesuai yg gue harapkan. gue pgnnya lgsg diajarin kunci gitar gitu abcdefg trs bermusik2 ria brg2 yg lain. Ternyata gue terlalu ambisi deh, dimana2 kalo belajar pasti dr nol lha haha. alhasil ya pertama belajar history gitar..trs baca nada di ledger line, cara memegang gitar yg benar, bljar nada di string pertama dulu, pokonya yg bener2 dr awaaaal. trs si gurunya teh benar2 mengkordinir muridnya apalgi yg gabisa. jd sementara si guru ngajarin yg lain, gue pasti megang gitar dengan siku di waist gitar kepalan tangan di dagu sambil pasang muka ngantuk. pas di tes kunci G n B, berantakan. uda gue salah cara metiknya, temponya acak adut lagi haha. pelajarn pertama: sebosan apapun anda, hal kecil akan berdampak besar.
*US History
kelas yg buat gue down. sebelah gue cewek yg super jenius yg selalu angkat tangan ketika ditanya, sebelah gue cowok yg sama kayak tuh cewek, belakang gue cowok yg selalu bertanya kritis. depan gue cowok student exchange dr jerman, ramah bgt ni anak, senyum mulu, ganteng lagi *lho*. awalnya gue agak lega ada tmn student ex, setidaknya 'mungkin' b.inggris dia juga 11-12 ama gue. taunya, b.inggris dia super lancar, dan super jenius pula krn dia bisa menjawab pertanyaan2 yg diajukan guru zzz. kelas ini aktif bgt, banyak angkat tangannya, sedangkan gue selalu mgernyitkan dahi tanda tak mengerti, gue sempet angkat tangan soal menunjuk state di peta (cuma ini yg menurut gue gampang-di sekeliling kelas kan ada peta US haha-). Gue org yg paling sering ke meja guru, ehem bukan buat bertanya tapi buat minta print out materi. PR US hitory selalu ada setiap hari dan sungguh melelahkan. setiap gue ngumpulin PR, pasti si guru bilang "o very good" sambil senyum lebar as if gue org yg plg gak ngerti di kelas.
*Theater Art
dari kelas US history ke kelas in memakan waktu yg cukup panjang krn jauh, gue selalu lari tiap ke kelas ini takut kena tardy zzz. but it is the amazing class dan menyenangkan. orang2nya ramah semua :) *gak semua sih tp byk yg ramah* sama halnya kayak di kelas Gitar, kelas ini pun benar2 mengajarkan dari awaaaalll dan diulang2. tapi ttp menyenangkan walopun anak2nya super ribut yg buat guru theater marah mulu -.- disuru "no gum" masih ada aja yg gak nurut.
*Algebra
Gurunya UNIK sumpah deh. Ramah tapi strict. Lucu juga. pokonya asik walopun galak. pokonya unik deh haha. pelajaran algebra di sini bener2 dihayati. kita dikasi konsep dulu dan si gurunya teh kasi example pake robot2an, pensil boneka, ato mainan lainnya gitu deh yg bikin ketawa. hal lain yg bikin gue seneng adalah disini gue gak mesti denger b.inggris byk2, tinggal liat board/buku trs ngerjain soal :D
*Psychology
haaaaaaaaa. pusing dah ni kelas. SUPER AKTIF anak2nya. down abis gue disini. mereka ngomong apa aja gue ga ngerti, plg ngerti dikit2. suka bingung sendiri klo dikasi tugas sama gurunya, cepet bgt ngemengnya -.-" PRnya juga lumayan susah zzz. tapi gue yakin, klo gue ngerti aja, pasti ni kelas asik bgt! di kelas ini rata2 senior, gue keliatan bgt kecilnya kalo di kelas ini. hm.
*English
ini kelas yg paling aneh -.-" anak2nya bandel2 deh. ada cewek yg tidur mulu, disuru angkat kepala, angkat sedetik trs dia gak peduli lagi, disuru angkat lagi, sedetik, tidur2an lagi zzz bikin kesel dah ni org. ada satu cowok yg super ngelunjak, disuru ngerjain tugas dia gak ngerjain, pokonya kata2nya gak sopan deh. tapi ada satu cowok yg gue suka haha. anaknya rajin tapi selengean juga sih, suka tidur di kelas, tp dia bakal tidur klo tugas2 yg dikerjain uda selesai, anaknya sigap :D klo dibangunin ya dia bangun. ganteng loohh haha. tapi sayangnya dia pindah kelas zzzz. Gurunya paling strict. tapi wajar sih, anak2nya kayak gitu.
*Japanese
aaaa! the most amazing class!! rata2 anak2 disini freshman, gue jadi berasa same size *0* setidaknya size gue sama mereka gak jauh beda :p. anak2nya lucu2...pikiran mereka masih kayak anak kecil *sok dewasa gue*, jd main2 gitu ketawa2 dll pokonya asik. anak2nya juga ramah :D ini kenapa gue jd nyambungnya ama anak freshman coba? -.- gurunya juga humoris. pokonya tiap hari gak mungkin deh gada hal yg buat ketawa hebat :D yg bikin gak asik, klo ngasi PR pasti lewat website, jd kan serada males juga gitu.
Selasa, 31 Agustus 2010
SCHOOL!
waw. udah lewat berapa hari i don't post anything. it's because HOMEWORK!
first week school. here i share u.
mood gue mixing. mix. mix. mix. ya stress lha, seneng, sedih, surprise, shock, dll. EVERYTHINGs ARE DIFFERENT. Mulai dari GEDUNGNYA, ORANG-ORANGnya, SISTEM PENDIDIKANNYA, dll. The school is FAR BIGGER than sekolah gue (SMANSA-red) di Indonesia. Smansa palingan 3 gym disini. hmm.
Bellaire High School (BHS). Sekolah ini terdiri dr kurang lebih 2500 HS student, and i'm a junior here. First day, mixing mood too. Gue nyasar? YAP EXACTLY. Gue telat? Not really. Here all classes that i planed to in:
1. Guitar
2. US. History
3. Theater Art
4. Algebra
5. Phycology
6. English Literature
7. Japanese
dan apa yg terjadi? when advocacy time, gue dpt schedule dg 3rd period FASHION DESIGN! gila deh gue... dan gue observed it during 3 days! God sake, it was NOT A ME, right? lol
eventually, gue changed the schedule into theater art now.
2nd day school. Gue nyasar? SANGAT. Gue telat? YAP! Gue gabisa menemukan English Class and Japanese. God, it was really terrible krn gue sampe nangis waktu itu *cengeng bgt dah* Gue nanya ke org2 sampe akhirnya gue nanya ke security dan gue dapet peta sekolah *grin. Lalu, setelah dpt peta, apakah gue menemukan kelasnya? Unfortunately, NO. Gue masih nyasar sampe bunyi bel. Untung, 3 hari advocacy belum kena Tardy (sistem telat disini).Well, utk hari2 berikutnya. gue semakin hafal kelas gue dimana hehe.
Gue suka sistem pendidikannya. Mereka bener2 teratur. Segalanya diawali dengan mengantri jadi walaupun banyak student, tetap tertib. Kalo mw ke toilet, kita mesti punya board pass dan di tiap kelas cuma ada satu board pass dan gue suka itu. jadi gada tuh yg namanya MABAL di sini.
BHS pake sistem setiap hari punya 7 period dengan kelas yang sama. it means, ketika lo dikasi PR, besoknya mau gamau lo harus selesaikan PR itu, DAN setiap hari pasti ada PR. Suck but let's enjoy it.
Gue punya big trouble di US History and Psychology. SEANDAINYA gue ngerti BAHASA INGGRIS dg baik, gue yakin kedua pelajaran itu bakal gue masukin ke list FAVORITE CLASSES. Karena gurunya asik! Sebenernya semua gurunya asik sih. Profesional semua, seneng deh hehe. Cuma ya itu, bahasa bahasa bahasa, i hope i can understand it clearly soon.
What else? hey, Friends! hb that?
Gue bersyukur. sangat bersyukur God sent me someone. Gue ga perlu sebut namanya, but she's really wonderful girl. Gue appreciate setinggi2nya buat pleasure dia! Gak kebayang deh, kalo gada dia gue di BHS kayak apa. Fyi, honestly..making friends itu bener2 the hardest thing, i think.
Pertama, KECIL kemungkinan lo making friends di kelas karena mereka moving class, bel bunyi...gak peduli guru masi ngomong, test belum selesai, atau apapun itu ya lo cabut ke kelas selanjutnya. Lo mw ngobrol kapan? pas pelajaran? kena WHOP juga deh dr guru -.-"
Kedua, uda gue bilang BHS itu besar. Kalo lo kenal 20-50 org di sekola, lo masih tetap merasa 'sendiri' karena lo bakal jarang ketemu mereka kecuali lo make appointment.
Ketiga, during lucnh time semua org berkelompok makan brg. Pertanyaannya? lo mw ngapain? makan sendiri? selamanya? atau mw gabung sm kelompok lain? cara gabungnya gmn? distract mrk dg bilang "may i join u all?" God sake, never do that.
Keempat, Personally. Gue ASIAN, gue PENDEK dan KECIL, gue ...well, pake HIJAB (kerudung-red). Walaupun BHS penuh dg International students (lo bisa menemukan berbagai etnis dan negara di sini) tetep aja gue kecil untuk ukuran junior dan gue BEDA krn gue punya hijab. feel overwhelm? YES.
Kelima, walaupun gue beda, tapi karena banyaknya Int. students dan banyaknya org di sini, lo sedikit dipedulikan, so JARANG tuh yg nanya gue 'where do you come from?'. yah, karena mereka gak peduli tiap org yg beda etnis/negara. toh banyak.
Maka dari itu, gue sangat bersyukur gue dipertemukan dengan gadis yang mw bantu gue di sini. Thanks God.
Well, di tiap kelas gue punya kenalan. cuma kenalan. kenalan= ketika lo ketemu lo say hi, lo ngobrol cuma lo emg bener2 butuh dia bukan karena lo pgn basa-basi.
Cari kenalan gampang. Cari temen? no comment.
Yap, gue baru mulai first meeting club gue hari ini. satu2nya cara yg bisa gue andalkan saat ini adalah joining club. ada cara lain: cari study body. trs uda gue lakukan? UDAH. gue asked teacher untuk kasih gue study body. apa yg terjadi? dia bilang "i haven't, if u need help on ur lesson, just email me" ok. i'll do that. so study body wasn't work here. I really put my big hope on CLUBS. seriously.
and hopefully for theater art class. karena biasanya mereka punya show performance.
probably we'll be closer. i hope.
cerita lain adalah soal locker. ini silly bgt. karena 3x gue minta tolong ke org buat bukain locker gue krn gue lupa cara buka locknya haha. sumpah ini konyol abis. but at last, i can do it by myself.
well, banyak yg pgn gue tumpahkan. tapi nanti aja deh.
anyway, this weekend gue bakal ke Oklahoma City! yeiy. I love weekend. really.
first week school. here i share u.
mood gue mixing. mix. mix. mix. ya stress lha, seneng, sedih, surprise, shock, dll. EVERYTHINGs ARE DIFFERENT. Mulai dari GEDUNGNYA, ORANG-ORANGnya, SISTEM PENDIDIKANNYA, dll. The school is FAR BIGGER than sekolah gue (SMANSA-red) di Indonesia. Smansa palingan 3 gym disini. hmm.
Bellaire High School (BHS). Sekolah ini terdiri dr kurang lebih 2500 HS student, and i'm a junior here. First day, mixing mood too. Gue nyasar? YAP EXACTLY. Gue telat? Not really. Here all classes that i planed to in:
1. Guitar
2. US. History
3. Theater Art
4. Algebra
5. Phycology
6. English Literature
7. Japanese
dan apa yg terjadi? when advocacy time, gue dpt schedule dg 3rd period FASHION DESIGN! gila deh gue... dan gue observed it during 3 days! God sake, it was NOT A ME, right? lol
eventually, gue changed the schedule into theater art now.
2nd day school. Gue nyasar? SANGAT. Gue telat? YAP! Gue gabisa menemukan English Class and Japanese. God, it was really terrible krn gue sampe nangis waktu itu *cengeng bgt dah* Gue nanya ke org2 sampe akhirnya gue nanya ke security dan gue dapet peta sekolah *grin. Lalu, setelah dpt peta, apakah gue menemukan kelasnya? Unfortunately, NO. Gue masih nyasar sampe bunyi bel. Untung, 3 hari advocacy belum kena Tardy (sistem telat disini).Well, utk hari2 berikutnya. gue semakin hafal kelas gue dimana hehe.
Gue suka sistem pendidikannya. Mereka bener2 teratur. Segalanya diawali dengan mengantri jadi walaupun banyak student, tetap tertib. Kalo mw ke toilet, kita mesti punya board pass dan di tiap kelas cuma ada satu board pass dan gue suka itu. jadi gada tuh yg namanya MABAL di sini.
BHS pake sistem setiap hari punya 7 period dengan kelas yang sama. it means, ketika lo dikasi PR, besoknya mau gamau lo harus selesaikan PR itu, DAN setiap hari pasti ada PR. Suck but let's enjoy it.
Gue punya big trouble di US History and Psychology. SEANDAINYA gue ngerti BAHASA INGGRIS dg baik, gue yakin kedua pelajaran itu bakal gue masukin ke list FAVORITE CLASSES. Karena gurunya asik! Sebenernya semua gurunya asik sih. Profesional semua, seneng deh hehe. Cuma ya itu, bahasa bahasa bahasa, i hope i can understand it clearly soon.
What else? hey, Friends! hb that?
Gue bersyukur. sangat bersyukur God sent me someone. Gue ga perlu sebut namanya, but she's really wonderful girl. Gue appreciate setinggi2nya buat pleasure dia! Gak kebayang deh, kalo gada dia gue di BHS kayak apa. Fyi, honestly..making friends itu bener2 the hardest thing, i think.
Pertama, KECIL kemungkinan lo making friends di kelas karena mereka moving class, bel bunyi...gak peduli guru masi ngomong, test belum selesai, atau apapun itu ya lo cabut ke kelas selanjutnya. Lo mw ngobrol kapan? pas pelajaran? kena WHOP juga deh dr guru -.-"
Kedua, uda gue bilang BHS itu besar. Kalo lo kenal 20-50 org di sekola, lo masih tetap merasa 'sendiri' karena lo bakal jarang ketemu mereka kecuali lo make appointment.
Ketiga, during lucnh time semua org berkelompok makan brg. Pertanyaannya? lo mw ngapain? makan sendiri? selamanya? atau mw gabung sm kelompok lain? cara gabungnya gmn? distract mrk dg bilang "may i join u all?" God sake, never do that.
Keempat, Personally. Gue ASIAN, gue PENDEK dan KECIL, gue ...well, pake HIJAB (kerudung-red). Walaupun BHS penuh dg International students (lo bisa menemukan berbagai etnis dan negara di sini) tetep aja gue kecil untuk ukuran junior dan gue BEDA krn gue punya hijab. feel overwhelm? YES.
Kelima, walaupun gue beda, tapi karena banyaknya Int. students dan banyaknya org di sini, lo sedikit dipedulikan, so JARANG tuh yg nanya gue 'where do you come from?'. yah, karena mereka gak peduli tiap org yg beda etnis/negara. toh banyak.
Maka dari itu, gue sangat bersyukur gue dipertemukan dengan gadis yang mw bantu gue di sini. Thanks God.
Well, di tiap kelas gue punya kenalan. cuma kenalan. kenalan= ketika lo ketemu lo say hi, lo ngobrol cuma lo emg bener2 butuh dia bukan karena lo pgn basa-basi.
Cari kenalan gampang. Cari temen? no comment.
Yap, gue baru mulai first meeting club gue hari ini. satu2nya cara yg bisa gue andalkan saat ini adalah joining club. ada cara lain: cari study body. trs uda gue lakukan? UDAH. gue asked teacher untuk kasih gue study body. apa yg terjadi? dia bilang "i haven't, if u need help on ur lesson, just email me" ok. i'll do that. so study body wasn't work here. I really put my big hope on CLUBS. seriously.
and hopefully for theater art class. karena biasanya mereka punya show performance.
probably we'll be closer. i hope.
cerita lain adalah soal locker. ini silly bgt. karena 3x gue minta tolong ke org buat bukain locker gue krn gue lupa cara buka locknya haha. sumpah ini konyol abis. but at last, i can do it by myself.
well, banyak yg pgn gue tumpahkan. tapi nanti aja deh.
anyway, this weekend gue bakal ke Oklahoma City! yeiy. I love weekend. really.
Langganan:
Postingan (Atom)